A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 56

FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Sumatera Selatan
Menu Sidebar
Login Administrator
Kategori Artikel
Download Center
Link Terkait












Statistik Pengunjung
  • Dikunjungi oleh : 57450 user
  • IP address : 54.81.45.122
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Kantor Pusat Administrasi

    Forum DAS Sumatera Selatan

    Alamat :

    Kantor Sekretariat Bersama Forum DAS Sumsel

    Jl. Kol. H. Burlian Km 6,5 Punti Kayu Palembang

    Telp: 0711-5614522

    email : fdas.sumsel@gmail.com

    Pemprov Minta Aliran Sungai Diperbaiki
    Tanggal 19-04-2016 13:31:13 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid
    Share this article on
    PALEMBANG- Pemerintah Provinsi Sumatera selatan melalui Dinas kehutana Sigit Wibowo melantik Pengurus Forum Daerah aliran Sungai (DAS) Sumsel Periode 2015-2020 di hotel Grand Zury Palembang kamis (31/3), Menurut kepala dinas kehutana Sumsel Sigit Wibowo mengatakan Kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia pada umumnya dalam kondisi kritis ditunjukkan dengan sering terjadinya bencana banjir, kekeringan dan tanah longsor. Kondisi DAS kritis tersebut terutama disebabkan oleh 3 faktor penyebab yaitu” Penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukan, pencemaran lingkungan berat, serta erosi dan sedimentasi sangat tinggi. Penggunaan lahan yang tidak sesuai dapat mempengaruhi kondisi hidrologi seperti penurunan kapasitas infiltrasi tanah, meningkatkan aliran permukaan, mempercepat erosi tanah, perubahan karakteristik pasokan air, dan penurunan produktivitas lahan. Pencemaran lingkungan berat disebabkan oleh sampah-sampah maupun limbah yang berasal dari rumah tangga maupun pabrik”ujarnya” Akan meningkatkan kandungan BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand) dalam air sungai. Erosi dan sedimentasi sangat tinggi antara lain disebabkan oleh ekstraksi sumber daya alam berlebihan dan perubahan penggunaan lahan hutan menjadi non hutan. Sambung iwan setiawan DAS Musi dengan luas sekitar 8,6 juta Ha merupakan salah satu dari 108 DAS di Indonesia yang ditetapkan melalui SK Menhut No SK.328/Menhut-II/2009 sebagai DAS prioritas karena kondisinya yang kritis. Keadaan ini terindikasi dari luas lahan kritis dengan kategori agak kritis hingga sangat kritis yang mencapai 1,7 juta Ha (±20%) (BPDAS Musi, 2014). Indikasi lain adalah ditinjau dari luas tutupan hutan di Sumatera Selatan berdasarkan data statistik kawasan hutan tahun 2013 Kementerian Kehutanan yang hanya tersisa sekitar 1,13 juta Ha (13,4% dari luas wilayah Sumatera Selatan). Informasi tersebut memberikan gambaran bahwa telah terjadi kerusakan dan kekritisan di DAS Musi. Disisi lain Provinsi Sumatera Selatan dengan penduduk sekitar 8 juta jiwa (BPS, 2010), membutuhkan dukungan sumberdaya air yang terus meningkat. Kerusakan lingkungan yang terjadi di DAS Musi akan memberikan dampak yaitu ketahanan air menjadi terancam. Selain mengakibatkan berbagai bencana seperti kekeringan, banjir dan tanah longsor, terancamnya ketahanan air juga dapat memicu turunnya pendapatan masyarakat yang sangat mengandalkan mata pencaharian dari kuantitas dan kualitas air sungai. Apabila DAS kritis tidak segera ditangani maka tujuan pengelolaan DAS secara umum akan sulit tercapai yang meliputi. Kelestarian tata air, produktivitas lahan meningkat, dan kesejateraan masyarakat terjamin. Kerusakan sumberdaya lahan DAS seperti diuraikan diatas menuntut usaha-usaha pengelolaan dan pemulihan secara terpadu untuk meningkatkan kembali kualitas lahannya guna menjamin ketersediaan sumberdaya air di masa yang akan datang. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam pemulihan fungsi DAS adalah restorasi hutan dan bentang Lahan (Forest and Landscape Restoration-FLR). Pendekatan restorasi bentang Lahan menekankan pada upaya jangka panjang yang dilakukan secara partisipatif oleh seluruh pemangku kepentingan didalam sebuah DAS untuk memulihkan fungsi lingkungan DAS sekaligus menjamin adanya penghidupan yang lebih baik untuk masyarakat di dalam DAS tersebut. Melalui upaya tersebut, upaya pemulihan kondisi DAS Musi diimplementasikan dengan terlebih dahulu melakukan penilaian potensi dan kesempatan restorasi hutan dan bentang Lahan. Salah satunya melalui identifikasi permasalahan DAS, stratifikasi kondisi DAS, kompilasi upaya restorasi dan penentuan kriteria serta indicator potensi restorasi. Dalam rangka mendiskusikan potensi solusi pengelolaan DAS Musi melalui pendekatan restorasi bentang Lahan, Forum Koordinasi DAS Sumatra Selatan bekerjasama dengan World Agroforestry Centre dan World Resource Institute (WRI) Indonesia mengadakan kegiatan lokakarya dengan judul: Mengurai Polemik Menuai Solusi Pengelolaan DAS Musi Melalui Pendekatan Restorasi Bentang Lahan.jelasnya(madon) Sumber Link : http://sumateradeadline.com/2016/03/31/pemprov-minta-aliran-sungai-diperbaiki/
    Artikel Terbaru

    Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (5 Juni) dan Hari Penanggulangan Degradasi Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia (17 Juni), Forum Komunikasi Pengelolaan Daerah Ali.......

    500 Ribu Hektar Lahan Sumsel Kritis

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Palembang-Sedikitnya 500 ribu hektar lahan kritis di Sumsel secara bertahap mengalami kekeringan. Hal ini dikarenakan penurunan degradasi lahan di Sumsel belum seimbang dengan reha.......

    Rehabilitasi Hutan Mangrove Terbatas

    Tanggal 20-04-2016 09:54:41 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Areal konservasi hutan mangrove di Sumsel yang direhabilitasi, tidak sebanding dengan jumlah kerusakan yang terjadi. Dalam setahun, hanya 2.000 hektare yang direhabilitasi, lantara.......

    Pemprov Minta Aliran Sungai Diperbaiki

    Tanggal 19-04-2016 13:31:13 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    PALEMBANG- Pemerintah Provinsi Sumatera selatan melalui Dinas kehutana Sigit Wibowo melantik Pengurus Forum Daerah aliran Sungai (DAS) Sumsel Periode 2015-2020 di hotel Grand Zury .......

    Copyright © 2013 FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai

    Provinsi Sumatera Selatan

    Created by AFSHI