A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 56

FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Sumatera Selatan
Menu Sidebar
Login Administrator
Kategori Artikel
Download Center
Link Terkait












Statistik Pengunjung
  • Dikunjungi oleh : 49974 user
  • IP address : 54.166.189.88
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Kantor Pusat Administrasi

    Forum DAS Sumatera Selatan

    Alamat :

    Kantor Sekretariat Bersama Forum DAS Sumsel

    Jl. Kol. H. Burlian Km 6,5 Punti Kayu Palembang

    Telp: 0711-5614522

    email : fdas.sumsel@gmail.com

    Perlindungan Gambut untuk Kesejahteraan Manusia
    Tanggal 07-08-2015 07:15:35 | Kategori Kliping koran | Oleh edward saleh
    Share this article on
    Kadin Pertanian H Rosidi menunjukan lokasi lahan gambut rentan kebakaran yang sudah dikelola oleh Pemerintah Kabupaten OKI. (http://palembang.tribunnews.com/2015/08/06/lahan-gambut-dijadikan-plasma-nutfah)
     
    Wilayah Provinsi Sumatera Selatan sebagian terdapat Gambut, baik Gambut dangkal sampai Gambut dalam (Peat Dome).  Sebagian Gambut tersebut telah berubah fungsi menjadi lahan pertanian, perkebunan dan Hutan Tanaman Industri.  Manfaat Gambut ini adalah sebagai penyimpan air.  Tetapi Gambut ini juga rentan terbakar jika dalam keadaan kering, dan apabila terbakar sulit dihentikan.  Terbakarnya lahan Gambut dianggap sebagai sumber kabut asap selama ini.  Untuk menjaga fungsi Gambut, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) telah melindungi wilayah yang disebut konservasi plasma nutfah.
    Dalam http://palembang.tribunnews.com/2015/08/06/lahan-gambut-dijadikan-plasma-nutfah sebagai berita online, diberitakan sebagai berikut :
      
     

    Lahan Gambut Dijadikan Plasma Nutfah

    Kamis, 6 Agustus 2015 21:53

    SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Lahan gambut di wilayah Bumi Bende Seguguk, setiap musim kemarau dipastikan akan mengeluarkan asap karena terbakar.

    Namun, ada juga lahan gambut tidak pernah terbakar dilokasi konservasi plasma nutfah terletak di belahan Jalan Raya Sepucuk Km 10 Kelurahan Kedaton Kayuagung.

    Lahan gambut berkisar 20 hektar yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) itu, hingga sekarang tidak menyumbangkan asap.

    “Inilah kawasan yang terbukti tidak terbakar dalam 10 tahun terakhir,” kata Kadin Kehutanan HM Rosidi, Kamis (6/8/2015).

    Rosidi mengaku, bangga akan kebun yang ditanami sejumlah tanaman khas rawa gambut itu seperti jelutung, ramin, dan meranti. Wilayah ini pada 2006 pernah terbakar, bersama ratusan ribu hektar gambut lainnya di daerah Sepucuk.

    “Saat itu, dunia international menyoroti OKI karena kebakaran hebat. Tahun 2006 merupakan tahun kebakaran gambut yang cukup hebat setelah 1998,” kata Rosidi.

    Setelah peristiwa tersebut, sebagian lahan gambut yang terbakar, yang kedalamannya mencapai 6 meter, menjadi perkebunan sawit, dan sebagian dibiarkan. Hanya kawasan ini dibuat menjadi kawasan plasma nutfah.

    “Ternyata, sampai sekarang daerah ini yang tidak pernah terbakar,” ucap Rosidi.

    Hal itu lanjut Rosidi,  membuktikan jika kebakaran lahan gambut benar-benar ulah manusia. Buktinya, kawasan yang dijaga dari aktivitas pembakaran tetap terjaga,.

    Dengan bukti tersebut, kata Rosidi, kawasan gambut di OKI yang habis terbakar dan dirambah dapat direhabilitasi.

    “Memang membutuhkan waktu yang panjang dan biaya besar. Tapi tetap ada peluang,” tutur Rosidi.

    Sumber : http://palembang.tribunnews.com/2015/08/06/lahan-gambut-dijadikan-plasma-nutfah

     

    Artikel Terbaru

    Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (5 Juni) dan Hari Penanggulangan Degradasi Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia (17 Juni), Forum Komunikasi Pengelolaan Daerah Ali.......

    500 Ribu Hektar Lahan Sumsel Kritis

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Palembang-Sedikitnya 500 ribu hektar lahan kritis di Sumsel secara bertahap mengalami kekeringan. Hal ini dikarenakan penurunan degradasi lahan di Sumsel belum seimbang dengan reha.......

    Rehabilitasi Hutan Mangrove Terbatas

    Tanggal 20-04-2016 09:54:41 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Areal konservasi hutan mangrove di Sumsel yang direhabilitasi, tidak sebanding dengan jumlah kerusakan yang terjadi. Dalam setahun, hanya 2.000 hektare yang direhabilitasi, lantara.......

    Pemprov Minta Aliran Sungai Diperbaiki

    Tanggal 19-04-2016 13:31:13 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    PALEMBANG- Pemerintah Provinsi Sumatera selatan melalui Dinas kehutana Sigit Wibowo melantik Pengurus Forum Daerah aliran Sungai (DAS) Sumsel Periode 2015-2020 di hotel Grand Zury .......

    Copyright © 2013 FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai

    Provinsi Sumatera Selatan

    Created by AFSHI