A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 56

FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Sumatera Selatan
Menu Sidebar
Login Administrator
Kategori Artikel
Download Center
Link Terkait












Statistik Pengunjung
  • Dikunjungi oleh : 53057 user
  • IP address : 54.198.0.187
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Kantor Pusat Administrasi

    Forum DAS Sumatera Selatan

    Alamat :

    Kantor Sekretariat Bersama Forum DAS Sumsel

    Jl. Kol. H. Burlian Km 6,5 Punti Kayu Palembang

    Telp: 0711-5614522

    email : fdas.sumsel@gmail.com

    Air Terjun di Lahat jadi Trending Topic Dunia
    Tanggal 26-10-2014 12:52:16 | Kategori Kliping koran | Oleh edward saleh
    Share this article on

    Sumber foto : SRIPOKU.COM/ TOMMY SAHARA

    Minggu, 26 Oktober 2014 06:50 WIB

    Sejumlah wisatawan lokal dan luar daerah nampak bersantai sambil menikmati keindahan air terjun atau Curup Maung di Desa Rinduhati, Kecamatan Gumay Ulu, Kabupaten Lahat. Foto diabadikan awal September lalu.

    Sumber : http://palembang.tribunnews.com/2014/10/26/air-terjun-di-lahat-jadi-trending-topic-dunia

    SRIPOKU.COM, LAHAT -- Tak banyak yang tahu Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel) menyimpan potensi wisata mengagumkan. Selain ribuan situs megalit peninggalan zaman megalitikum, Bumi Seganti Setungguan juga punya puluhan air terjun yang tidak kalah menawan dibanding daerah lain. Sayang hingga saat ini potensi alam itu belum dikelola secara maksimal, sehingga pengunjung harus bertaruh nyawa untuk menikmai pemandangannya.

    Salah satunya Air Terjun Maung atau populer dengan sebutan "Curup Maung" di Desa Rinduhati, Kecamatan Gumay Ulu. Desa ini berjarak sekitar 25 Km dari ibukota Lahat atau 220 Km dari Palembang. Sejak ditemukan warga awal 2014, air terjun ini masih menjadi buah bibir di kalangan pecinta alam. Bahkan sempat menjadi trending topic dibeberapa situs destinasi wisata nasional bahkan dunia.

    Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 80 meter dengan lebar yang hampir sama dengan tingginya. Pada akhir pekan, objek wisata ini ramai dikunjungi wisatawan. Mereka tak hanya datang dari wilayah Kota Lahat, tapi juga dari kabupaten atau kota lainnya.

    Menurut sejumlah pengunjung, pemandangan di sekitar air terjun masih sangat hijau dan alami. Sambil menikmati pemadangan, pengunjung bisa berenang atau sekadar duduk santai di atas batu-batu besar.

    Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Lahat, belum memiliki konsep pengembangan wisata yang jelas. Sehingga aset wisata alam serta peninggalakan zaman megalit terkesan tak berguna. Padahal dari sisi kualitas, objek wisata yang ada tidak kalah dibanding daerah lain. Belum lagi keberadaan ribuan situs megalit, yang tidak ada di daerah mana pun di Indonesia bahkan dunia. Dengan beragam bentuk, dan diperkirakan sudah berumur lebih dari 4000 tahun sejak zaman megalitikum yang sudah mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

    Warga Lahat pun berharap, semua aset dan potensi wisata yang ada, bisa dikelola secara maskimal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Apalagi selama ini masyarakat yang berada di daerah wisata cendrung serba kekurangan, dan berada di daerah terpencil. Mereka ada yang bekerja sebagai petani kopi, atau bahkan hidup dengan mengandalkan barang yang sudah disediakan alam. Seperti mencari kayu bakar, atau pun memancing ikan di sungai persis dekat air terjun.

     

    Artikel Terbaru

    Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (5 Juni) dan Hari Penanggulangan Degradasi Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia (17 Juni), Forum Komunikasi Pengelolaan Daerah Ali.......

    500 Ribu Hektar Lahan Sumsel Kritis

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Palembang-Sedikitnya 500 ribu hektar lahan kritis di Sumsel secara bertahap mengalami kekeringan. Hal ini dikarenakan penurunan degradasi lahan di Sumsel belum seimbang dengan reha.......

    Rehabilitasi Hutan Mangrove Terbatas

    Tanggal 20-04-2016 09:54:41 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Areal konservasi hutan mangrove di Sumsel yang direhabilitasi, tidak sebanding dengan jumlah kerusakan yang terjadi. Dalam setahun, hanya 2.000 hektare yang direhabilitasi, lantara.......

    Pemprov Minta Aliran Sungai Diperbaiki

    Tanggal 19-04-2016 13:31:13 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    PALEMBANG- Pemerintah Provinsi Sumatera selatan melalui Dinas kehutana Sigit Wibowo melantik Pengurus Forum Daerah aliran Sungai (DAS) Sumsel Periode 2015-2020 di hotel Grand Zury .......

    Copyright © 2013 FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai

    Provinsi Sumatera Selatan

    Created by AFSHI