A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 56

FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Sumatera Selatan
Menu Sidebar
Login Administrator
Kategori Artikel
Download Center
Link Terkait












Statistik Pengunjung
  • Dikunjungi oleh : 57444 user
  • IP address : 54.81.45.122
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Kantor Pusat Administrasi

    Forum DAS Sumatera Selatan

    Alamat :

    Kantor Sekretariat Bersama Forum DAS Sumsel

    Jl. Kol. H. Burlian Km 6,5 Punti Kayu Palembang

    Telp: 0711-5614522

    email : fdas.sumsel@gmail.com

    Warga Terpaksa Memanfaatkan Air Sungai Tempirai yang Kotor
    Tanggal 25-10-2014 17:14:12 | Kategori Kliping koran | Oleh edward saleh
    Share this article on

    Sumber :SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI

    Warga di Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI, terpaksa melakukan kegiatan MCK disalah satu sungai yang mulai mengering, keruh dan kotor. 
    Sabtu, 25 Oktober 2014 06:16 WIB

    Sumber foto dan berita : http://palembang.tribunnews.com/2014/10/25/warga-terpaksa-memanfaatkan-air-sungai-tempirai-yang-kotor

    SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Sebagian masyarakat Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), kini mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Selama musim kemarau sumber air bersih dari sumur dan sungai sudah mulai mengering serta kotor.

    "Ini sumber air sudah kering dan kotor. Sedangkan PDAM di Desa Tempirai tidak bisa beroperasi normal seperti biasa dikarenakan sumber air yang diambil dari Muara Tempirai juga mengalami kekeringan," ujar Anas (24) warga Desa Tempirai, Jumat (24/10/2014).

    Menurut Anas, meskipun hujan sudah mulai turun, namun tidak merata dan hanya sebentar. Akibatnya sumber air warga baik dari sumur maupun sungai dan lebak, sudah mengering dan kotor.

    Akibatnya warga kesulitan untuk mandi, mencuci serta minum. Untuk itu, ia berharap pemerintah PALI untuk dapat memberikan solusi supaya warga Tempirai bisa menikmati air bersih kembali.

    Hal senada juga diungkapkan oleh Chairul Shaleh, tokoh masyarakat Desa Tempirai. Ia mengatakan, saat ini sebagian besar masyarakat Desa Tempirai memang sedang mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih. Penyebabnya, sumber air yang biasa diambil oleh warga Desa Tempirai seperti sumur dan sungai sudah mengering dan kotor. Ditambah lagi dari PDAM Lematang Enim Tempirai yang tidak bisa beroperasi disebabkan sumber air yang diambil dari sungai Muara Tempirai mulai kering.

    Namun, PDAM Lematang Ilir Tempirai akan bisa beroperasi normal seperti biasa, jika sumber air yakni Sungai Muara Tempirai dibendung agar air dari hulu dapat diambil melalui intake yang ada di dasar sungai. Diperkirakan hal itu akan menghabiskan anggaran belasan juta rupiah.

    "Kami perkirakan dengan dana sekitar Rp 15 jutaan untuk membuat bendungan air tersebut," ujar Chaerul.

    "Maka dari itu kami masyarakat Desa Tempirai berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten PALI agar bisa merealisasikan anggaran untuk pembuatan bendungan air, supaya PDAM Lematang Enim Tempirai bisa beroperasi dan masyarakat Desa Tempirai tidak mengalami kesulitan air bersih seperti saat ini," kata Chaerul.

    Artikel Terbaru

    Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (5 Juni) dan Hari Penanggulangan Degradasi Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia (17 Juni), Forum Komunikasi Pengelolaan Daerah Ali.......

    500 Ribu Hektar Lahan Sumsel Kritis

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Palembang-Sedikitnya 500 ribu hektar lahan kritis di Sumsel secara bertahap mengalami kekeringan. Hal ini dikarenakan penurunan degradasi lahan di Sumsel belum seimbang dengan reha.......

    Rehabilitasi Hutan Mangrove Terbatas

    Tanggal 20-04-2016 09:54:41 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Areal konservasi hutan mangrove di Sumsel yang direhabilitasi, tidak sebanding dengan jumlah kerusakan yang terjadi. Dalam setahun, hanya 2.000 hektare yang direhabilitasi, lantara.......

    Pemprov Minta Aliran Sungai Diperbaiki

    Tanggal 19-04-2016 13:31:13 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    PALEMBANG- Pemerintah Provinsi Sumatera selatan melalui Dinas kehutana Sigit Wibowo melantik Pengurus Forum Daerah aliran Sungai (DAS) Sumsel Periode 2015-2020 di hotel Grand Zury .......

    Copyright © 2013 FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai

    Provinsi Sumatera Selatan

    Created by AFSHI