A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 56

FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Sumatera Selatan
Menu Sidebar
Login Administrator
Kategori Artikel
Download Center
Link Terkait












Statistik Pengunjung
  • Dikunjungi oleh : 53054 user
  • IP address : 54.198.0.187
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Kantor Pusat Administrasi

    Forum DAS Sumatera Selatan

    Alamat :

    Kantor Sekretariat Bersama Forum DAS Sumsel

    Jl. Kol. H. Burlian Km 6,5 Punti Kayu Palembang

    Telp: 0711-5614522

    email : fdas.sumsel@gmail.com

    Kabut Asap di Sore Hari Kian Tebal, Kendaraan Nyaris Tak Terlihat
    Tanggal 11-10-2014 15:50:30 | Kategori Kliping koran | Oleh Ade Tri Utami
    Share this article on

    Sumber foto dan tulisan : http://palembang.tribunnews.com/2014/10/04/kabut-asap-di-sore-hari-kian-tebal-kendaraan-nyaris-tak-terlihat

    Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang, Sabtu (4/10/2014) kian tebal. Jarak pandang terasa kian pendek pada sore hari.

    Meski demikian dari pantauan Sripoku.com, hal itu tidak menghalangi warga beraktivitas di luar rumah. Sejumlah kendaraan menerobos kabut yang semakin tebal di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Palembang pada Sabtu petang.

    Sejak beberapa hari terakhir kabut makin tebal. Bahkan ketika Sripoku.com mengabadikan foto sekitar pukul 17.00 dari atas jembatan penyeberangan di Jalan Jenderal Sudirman dan sekitarnya flay over dan kendaraan yang melintas nyaris tidak kelihatan.

    Tulisan disalin tanpa ada perubahan dari Sumber aslinya (diakses pada hari sabtu tanggal 11 Oktober 2014 jam 15:50)

    Pemberitaan tentang kabut asap yang semakin tebal juga diberitakan karena kebakaran hutan disejumlah daerah masih saja terjadi. Ogan Komering Ilir menjadi kabupaten terbesar penyumbang kebakaran. Terkait hal itu Sripoku.com juga memberitakan tentang pendapat dari Wagub Sumsel Ishak Mekki (http://palembang.tribunnews.com/2014/10/03/kabut-asap-masih-selimuti-palembang-ini-kata-ishak-mekki)

    Menurut Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel, Ishak Mekki, ada beberapa sebab kenapa api di OKI tak kunjung berhasil dipadamkan baik melalui jalur darat maupun udara dengan Water Bombing oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel. Salah satunya akses menuju lokasi.

    "Lahan yang terbakar di OKI mayoritas adalah lahan gambut yang belum diusahakan oleh masyarakat atau perusahaam. Letaknya jauh dan sulit dijangkau. Bila lahan gambut di sana sudah terbakar, memang sulit untuk memadamkannya," kata mantan Bupati OKI dua periode ini kepada Sripoku.com.

    Saat dibincangi di ruang kerjanya, Ishak mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Karena tak cuma masyarakat di daerah yang mengalami dampak kabut asap, tapi semua pihak dari seluruh sektor di Kota Palembang. Beberapa jadwal penerbangan pun terganggung karena asap yang mengurangi jarak pandang pilot.

    "Kita sudah panggil beberapa kepala daerah yang rawan kebakaran. Kita instruksikan mereka untuk mengatasi hal tersebut, bahkan harus menangkap pelaku. Memang belum maksima, tapi pemerintah pasti mengupayakannya hingga kebakaran dan asap berhenti menjadi ancaman," ucapnya.

    Dari data satelit hingga 2 Oktober pukul 05.00 WIB, titik panas di Sumsel mencapai 128 buah yang tersebar di sejumlah wilayah. Namun kebanyakan masih berada di Cengal dan Pedamaran OKI. Hingga kemarin, kebakaran telah melanda lahan seluas 2.000 hektar gambut. Penolakan terhadap asap juga disuarakan oleh Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel dan Forum SAR Pencinta Alam Sumatera Selatan (FSPASS). Mereka membagi-bagikan masker kepada mahasiswa di Universitas Indralaya (Unsri) seraya membentangkan spanduk bertuliskan 'Melawan Asap' sejak Senin lalu (1/10/2014).

    Koordinator Aksi, Dino Matius dari Desk Disaster Walhi Sumsel mengatakan, pihaknya ingin mengajak seluruh elemen masyarakat di Sumsel khususnya Kota Palembang untuk mendesak pemerintah menanggulangi sumber asap dengan mengambil tindakan tegas kepada pelaku intelektual kebakaran hutan dan lahan.

    "Pemerintah harus meninjau ulang izin dari lahan yang sering dilanda kebakaran. Kebakaran hutan di wilayah Sumsel disebabkan oleh ulah manusia, bukan faktor alam, terutama perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang kelapa sawit dan batubara. Yang menderita adalah masyarakat karena terhirup udara terpapar asap," ujarnya.

    Tulisan disalin tanpa ada perubahan dari Sumber aslinya (diakses pada hari sabtu tanggal 11 Oktober 2014 jam 15:50)

    Artikel Terbaru

    Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (5 Juni) dan Hari Penanggulangan Degradasi Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia (17 Juni), Forum Komunikasi Pengelolaan Daerah Ali.......

    500 Ribu Hektar Lahan Sumsel Kritis

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Palembang-Sedikitnya 500 ribu hektar lahan kritis di Sumsel secara bertahap mengalami kekeringan. Hal ini dikarenakan penurunan degradasi lahan di Sumsel belum seimbang dengan reha.......

    Rehabilitasi Hutan Mangrove Terbatas

    Tanggal 20-04-2016 09:54:41 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Areal konservasi hutan mangrove di Sumsel yang direhabilitasi, tidak sebanding dengan jumlah kerusakan yang terjadi. Dalam setahun, hanya 2.000 hektare yang direhabilitasi, lantara.......

    Pemprov Minta Aliran Sungai Diperbaiki

    Tanggal 19-04-2016 13:31:13 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    PALEMBANG- Pemerintah Provinsi Sumatera selatan melalui Dinas kehutana Sigit Wibowo melantik Pengurus Forum Daerah aliran Sungai (DAS) Sumsel Periode 2015-2020 di hotel Grand Zury .......

    Copyright © 2013 FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai

    Provinsi Sumatera Selatan

    Created by AFSHI