A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 56

FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Sumatera Selatan
Menu Sidebar
Login Administrator
Kategori Artikel
Download Center
Link Terkait












Statistik Pengunjung
  • Dikunjungi oleh : 58846 user
  • IP address : 54.198.2.110
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Kantor Pusat Administrasi

    Forum DAS Sumatera Selatan

    Alamat :

    Kantor Sekretariat Bersama Forum DAS Sumsel

    Jl. Kol. H. Burlian Km 6,5 Punti Kayu Palembang

    Telp: 0711-5614522

    email : fdas.sumsel@gmail.com

    Anggaran Pemadaman Lahan Gambut Rp 500 M
    Tanggal 11-10-2014 14:52:50 | Kategori Kliping koran | Oleh edward saleh
    Share this article on

    Sumber foto : http://ekosistem-ekologi.blogspot.com/2013/04/penyebab-dan-dampak-kebakaran-hutan-di.html

    Sumber tulisan : Koran Suara pembaha ruan : halaman B3 Sabtu-Minggu, 11-12 Oktober 2014

    [JAKARTA] Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan Sonny Partono menyebutkan, anggaran pemadaman api sementara untuk lahan gambut di Provinsi Riau mencapai Rp 500 miliar.
    “Untuk pemadaman dan cuaca buatan itu saja sudah menghampiri setengah triliun,” kata Sonny usai ekspos laporan hasil audit kepatutan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Jakarta, Jumat (10/10).
    Menurut DIA, sejak dikeluarkannya Instruksi Presiden nomor 16 tahun 2011 penegakan hukum dilakukan kepolisian, sementara tugas Kementerian kehutanan sebagai pendukung dalam pemadaman api.
    “Kita hanya sebagai pendukung pemadaman di darat serta bertugas memberikan sosialisasi ke masyarakat dan menyiapkan sarana dan prasaran lainya untuk memadamkan api,” ujarnya.
    Sedangkan, tugas lain dalam penanggulanan kebakaran lahan gambut dari udara dan hujan buatan merupakan tugas Badan Penanggulangan Bencana Nasional.
    Selain itu situasi kemarau panjang sebagai salah satu faktor kekeringan, kata dia, lahan gambut akan mudah terbakar, baik itu diduga dilakukan masyarakat maupun pihak perusahaan pengelola lahan hutan.
    Kendati anggaran yang digunakan cukup besar untuk memadamkan api, Partono mengungkapkan, bila anggaran tersebut dikelola dalam bentuk pencegahan tentu akan bermanfaat bagi masyarakat.
    “Tidak ada yang bisa disalahkan, kalau seandainya anggaran itu dibagi-bagikan ke masyarakat dengan bentuk pembukaan dan pembersihan lahan tanpa bakar tentu akan meminimaisir titik api,” tambahnya. [Ant/H-12]

    Forum DAS Sumatera Selatan :

    Wow uang Rp 500 milyar banyak toh...  Tuan-tuan pembuat kebijakan dan perencanaan, apakah bisa uang tersebut dibagi 60% nya digunakan untuk memakmurkan rakyat disekitar hutan dan yang bermata pencaharian didalam hutan, sehingga mereka tidak perlu masuk hutan untuk menafkahi keluarganya.  Kalau mereka-mereka yang ada disekitar hutan dan yang bermata pencaharian didalam hutan tidak lagi masuk hutan karena sudah makmur, maka peluang terjadinya kebakaran karena perbuatan manusia akan turun sampai tidak ada lagi.  artinya hutan kita terjaga dan rakyat makmur.  

    Bagaimana caranya ? untuk memakmurkan rakyat disekitar hutan dan yang bermata pencaharian didalam hutan dapat diinisiasi pekerjaan dan profesi baru..... tapi pemerintah harus serius dan tuntas mulai dari peningkatan skil SDM, bahan baku, pasar hasil, lembaga keuangan sehingga mereka mapan.  Tidak bisa hanya seperti yang umum dilakukan oleh rekan-rekan kita yaitu hanya menggugurkan tugas dan kewajiban, yaitu hanya ada foto, ada daftar hadir, dan spj lengkap, sementara dilapangannya ?????

    trims

    Ketua Forum DAS Sumsel 

    Artikel Terbaru

    Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (5 Juni) dan Hari Penanggulangan Degradasi Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia (17 Juni), Forum Komunikasi Pengelolaan Daerah Ali.......

    500 Ribu Hektar Lahan Sumsel Kritis

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Palembang-Sedikitnya 500 ribu hektar lahan kritis di Sumsel secara bertahap mengalami kekeringan. Hal ini dikarenakan penurunan degradasi lahan di Sumsel belum seimbang dengan reha.......

    Rehabilitasi Hutan Mangrove Terbatas

    Tanggal 20-04-2016 09:54:41 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Areal konservasi hutan mangrove di Sumsel yang direhabilitasi, tidak sebanding dengan jumlah kerusakan yang terjadi. Dalam setahun, hanya 2.000 hektare yang direhabilitasi, lantara.......

    Pemprov Minta Aliran Sungai Diperbaiki

    Tanggal 19-04-2016 13:31:13 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    PALEMBANG- Pemerintah Provinsi Sumatera selatan melalui Dinas kehutana Sigit Wibowo melantik Pengurus Forum Daerah aliran Sungai (DAS) Sumsel Periode 2015-2020 di hotel Grand Zury .......

    Copyright © 2013 FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai

    Provinsi Sumatera Selatan

    Created by AFSHI