A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 56

FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Sumatera Selatan
Menu Sidebar
Login Administrator
Kategori Artikel
Download Center
Link Terkait












Statistik Pengunjung
  • Dikunjungi oleh : 51127 user
  • IP address : 54.198.233.27
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Kantor Pusat Administrasi

    Forum DAS Sumatera Selatan

    Alamat :

    Kantor Sekretariat Bersama Forum DAS Sumsel

    Jl. Kol. H. Burlian Km 6,5 Punti Kayu Palembang

    Telp: 0711-5614522

    email : fdas.sumsel@gmail.com

    Kebakaran Hutan : kejadian rutin belum dapat diantisipasi
    Tanggal 15-06-2014 06:28:08 | Kategori Kliping koran | Oleh edward saleh
    Share this article on

    Sumber foto SRIPOKU.COM/SYAHRUL HIDAYAT (http://palembang.tribunnews.com/2014/06/15/hari-ini-oki-dibom)

    Kejadian banjir dan tanah longsor dimusim hujan - kekeringan dan kebakaran hutan di musim kemarau sudah menjadi hal rutin di Sumatera Selatan, pertanyaannya mengapa ini terjadi ? apakah tidak dapat dicegah ?

    Banjir dan tanah longsor dapat merupakan kejadian alami dalam rangka alam menciptakan keseimbangan baru dan dapat juga merupakan akibat tindakan manusia yang telah merusak keseimbangan alam. Demikian juga dengan kekeringan, kebakaran hutan dan lahan dapat merupakan kejadian alami dalam rangka alam menciptakan keseimbangan baru dan dapat juga merupakan akibat tindakan manusia yang telah membakar lahan dan merusak hutan.  Kejadian alam menciptakan keseimbangan baru tidak akan terjadi dengan frekuensi yang tinggi dan dalam jangka pendek.  Artinya kejadian-kejadian ini akibat perbuatan manusia yang telah merubah keseimbangan alam.  Tetapi mengapa manusia merusak tersebut, apakah sengaja (tau dan sadar) atau tidak sengaja (kebodohan) ?, apa karena kebutuhan (kemiskinan) atau keinginan (keserakahan) ? 

    Ini kejadian nya !

    Ketua Forum DAS Sumsel

     

    http://palembang.tribunnews.com memberitakan bahwa tim gabungan BPBD Sumsel, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan, BMKG, Kehutanan melakukan survei titik pengeboman yang akan dilakukan, Jumat (13/6/2014). Tim menemukan titik api (hotspot) di kawasan Cengal Ogan Ilir.

    sumber berita : http://palembang.tribunnews.com/2014/06/15/hari-ini-oki-dibom

    SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel hari ini, Minggu (15/6/2014) mulai melakukan pengeboman air (water boombing) di kawasan Cengal (OKI). Sebab di lokasi ini helikopter Rusia Mi-8 MTV saat melakukan penerbangan, Jumat (13/6/2014), menemukan titik api (hotspot).

    "Insya Allah, Minggu (hari ini,red) kegiatan water boombing mulai dilakukan untuk kawasna cengal," kata Kepala BPBD Sumsel H Yulizar Dinoto SH kepada wartawan, Sabtu (14/6) usai melakukan survei penerbangan ke wilayah barat (Banyuasin, Muba, Mura, Lubuklinggau, Muaratara dan Muarenim).

    Untuk saat ini, fokus pemadaman dilakukan di kawasan Cengal dengan memanfaatkan sumber air di Danau Jetsky Kompleks Jakabaring Sport City (JCS), dan di Sungai Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Cengal berada di titik koordinat -3 derajat 33 menit dan 36 detik dan 140 derajat, 22 menit dan 58 detik karena ditemukan kegiatan pembakaran lahan oleh warga, yang dikhawatirkan akan meluas sehingga merambah lahan lain.

    Dikatakan Yulizar, keterlibatan tujuh kru (pilot) dari Rusia ini, termasuk helikopter Mi-8 MTV merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI yang sengaja membantu Sumsel untuk menjaga kawasan hutan, lahan dan gambut bebas dari kebakaran. Termasuk biaya dan operasional lainnya sehingga sangat membantu Sumsel.

    "Helikopter jenis hanya dua disewa BNPB. Satu ditempatkan di Kalimantan dan satu di Sumsel, jadi kita sangat terbantu, dan ini tidak terlepas dari peran Gubernur Sumsel selama ini," katanya.

    Lahan Basah
    Terpisah Kepala UPTD Pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan (PKLH) Dinas Kehutanan Sumsel Achmad Taufik mengatakan, untuk pantauan udara hari kedua kemarin, helikopter Mi-8 bersama tim memantau lokasi rawan api di wilayah barat, dimulai dari wilayah Sungairotan (Muaraenim), Taman Nasional Sungai Sembilang, Petaling, Pulairimau (Banyuasin), kawasan Merang (Bayunglencir/Muba), dan kawasan Medak. Saat helikopter melintas di Taman Nasional Sembilang dan Pulau Rimau, Tim melihat ada tujuh titik api (hotspot) hasil dari kegiatan warga yang membuka lahan pertanian dengan cara membakar.

    "Secara umum, lahan gambut kita masih basah. Tapi memang ada juga ditemukan kegiatan pembakaran lahan oleh warga," katanya.

    Untuk kegiatan survei atau pengintaian, ungkap Taufik sudah selesai, dan kegiatan berikutnya dilakukan pengeboman air. Tentu saja, water boombing dilakukan berdasarkan hasil citra satelit dan satelit NOAA yang merespon titik api.

    "Setiap hari, kami memantau titik api melalui satelit. Dasar ini dijadikan untuk dilakukan water boombing," katanya.

     

     

     

     

    Artikel Terbaru

    Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (5 Juni) dan Hari Penanggulangan Degradasi Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia (17 Juni), Forum Komunikasi Pengelolaan Daerah Ali.......

    500 Ribu Hektar Lahan Sumsel Kritis

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Palembang-Sedikitnya 500 ribu hektar lahan kritis di Sumsel secara bertahap mengalami kekeringan. Hal ini dikarenakan penurunan degradasi lahan di Sumsel belum seimbang dengan reha.......

    Rehabilitasi Hutan Mangrove Terbatas

    Tanggal 20-04-2016 09:54:41 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Areal konservasi hutan mangrove di Sumsel yang direhabilitasi, tidak sebanding dengan jumlah kerusakan yang terjadi. Dalam setahun, hanya 2.000 hektare yang direhabilitasi, lantara.......

    Pemprov Minta Aliran Sungai Diperbaiki

    Tanggal 19-04-2016 13:31:13 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    PALEMBANG- Pemerintah Provinsi Sumatera selatan melalui Dinas kehutana Sigit Wibowo melantik Pengurus Forum Daerah aliran Sungai (DAS) Sumsel Periode 2015-2020 di hotel Grand Zury .......

    Copyright © 2013 FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai

    Provinsi Sumatera Selatan

    Created by AFSHI