A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 56

FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Sumatera Selatan
Menu Sidebar
Login Administrator
Kategori Artikel
Download Center
Link Terkait












Statistik Pengunjung
  • Dikunjungi oleh : 60197 user
  • IP address : 54.90.207.75
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Kantor Pusat Administrasi

    Forum DAS Sumatera Selatan

    Alamat :

    Kantor Sekretariat Bersama Forum DAS Sumsel

    Jl. Kol. H. Burlian Km 6,5 Punti Kayu Palembang

    Telp: 0711-5614522

    email : fdas.sumsel@gmail.com

    Dampak Kerusakan Hutan Makin Nyata, Apakah Kita Sudah Tau ?
    Tanggal 25-04-2014 08:43:18 | Kategori Artikel | Oleh edward saleh
    Share this article on

    Keberlanjutan hutan di daerah hulu mulai mengancam keberlanjutan potensi pariwisata dan dukungan terhadap produksi pangan di Provinsi Sumatera Selatan.  Seperti yang dilansir oleh harian Sumatera Ekspres tanggal 24 April 2014 halaman 28, bahwa kerusakan hutan lindung digunung Dempo dan Bukit Dingin dan alih fungsi hutan mulai terasa akibatnya.  Akibat tersebut berupa penurunan debit sungai yang berdampak pada penurunan kualitas wisata air terjun, demikian juga dengan keberlanjutan pasokan air irigasi untuk pertanian.   Walaupun menurut berita tersebut telah dilakukan usaha penanaman pohon sejak tahun 2001 dan telah jutaan pohon dutanam.

    Walhi mensinyalir masih besarnya alih fungsi lahan hutan di Sumatera Selatan (harian Sripo tanggal 24 April 2014 halaman 10), pengalihan hutan tersebut terutama untuk kebun sawit dan pertambangan.  Lebih lanjut dinyatakan akibat alih fungsi hutan tersebut telah menyebabkan peningkatan frekwensi bencana alam yang terjadi di Sumatera Selatan.

    Belum terlihatnya hasil usaha program dan gerakan pemerintah untuk menanam sejuta pohon perlu dievaluasi secara objektif.  Kurang berhasilnya gerakan ini dikarenakan:

    1.  beda tempat antara tempat penanaman pohon dan tempat alih fungsi hutan.  Tanaman pohon berpusat disekitar perkotaan dan perkampungan, sementara penebangan dan alih fungsi hutan adanya di pedalaman dan di bukit-bukit atau di gunung-gunung. 
    2. Disisi lain ternyata kecepatan menanam pohon oleh masyarakat kalah cepat dengan tajamnya pena pejabat pemberi izin untuk menandatangani surat izin alih fungsi .
    3. Kurikulum pendidikan sekolah dan perguruan tinggi tidak membangun kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan hidup.  Lingkungan hidup hanya menjadi slogan saja, dan gerakan menanam pohon hanya sebagai kegiatan seremonial dan belum menjadi kebutuhan kita bersama.

    Untuk itu "Mari Kita Selamatkan Lingkungan Hidup Kita" mulai dari yang terdekat, yaitu pekarangan rumah dan kantor kita yang ramah lingkungan, jangan ada air hujan yang jatuh di rumah, kantor atau lahan kita mengalir menjadi limpasan permukaan (air hujan meresap semua kedalam tanah), jadikan yang selama ini kita pandang sebagai sampah menjadi bahan berpotensi ekonomi, dan mari kita bangun kesadaran pentingnya lingkungan hidup mulai dari diri kita sendiri diturunkan ke anak dan ditularkan istri/suami dan tetangga (di rumah dan di kantor). 

    Jayalah Sumatera Selatan  dan menjadi tuan di rumahnya sendiri.

    Palembang, Jumat, 25 April 2014

    Ketua Forum DAS Sumsel

     

    Kliping koran Sumeks dan Sripo

    1.  Wisata air terjun terancam (Sumeks 24 April 2014 halam 28)

    2. Alih Fungsi Hutan Memprihatinkan (Sriwijaya Pos 24 April 2014 halaman 10)

    Artikel Terbaru

    Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (5 Juni) dan Hari Penanggulangan Degradasi Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia (17 Juni), Forum Komunikasi Pengelolaan Daerah Ali.......

    500 Ribu Hektar Lahan Sumsel Kritis

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Palembang-Sedikitnya 500 ribu hektar lahan kritis di Sumsel secara bertahap mengalami kekeringan. Hal ini dikarenakan penurunan degradasi lahan di Sumsel belum seimbang dengan reha.......

    Rehabilitasi Hutan Mangrove Terbatas

    Tanggal 20-04-2016 09:54:41 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Areal konservasi hutan mangrove di Sumsel yang direhabilitasi, tidak sebanding dengan jumlah kerusakan yang terjadi. Dalam setahun, hanya 2.000 hektare yang direhabilitasi, lantara.......

    Pemprov Minta Aliran Sungai Diperbaiki

    Tanggal 19-04-2016 13:31:13 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    PALEMBANG- Pemerintah Provinsi Sumatera selatan melalui Dinas kehutana Sigit Wibowo melantik Pengurus Forum Daerah aliran Sungai (DAS) Sumsel Periode 2015-2020 di hotel Grand Zury .......

    Copyright © 2013 FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai

    Provinsi Sumatera Selatan

    Created by AFSHI