A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 56

FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Sumatera Selatan
Menu Sidebar
Login Administrator
Kategori Artikel
Download Center
Link Terkait












Statistik Pengunjung
  • Dikunjungi oleh : 58813 user
  • IP address : 54.198.2.110
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Kantor Pusat Administrasi

    Forum DAS Sumatera Selatan

    Alamat :

    Kantor Sekretariat Bersama Forum DAS Sumsel

    Jl. Kol. H. Burlian Km 6,5 Punti Kayu Palembang

    Telp: 0711-5614522

    email : fdas.sumsel@gmail.com

    Banjir kembali di DAS Musi Bagian Hulu
    Tanggal 11-04-2014 09:51:38 | Kategori Kliping koran | Oleh Mayang SL
    Share this article on

    Banjir di Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Mura, Kota Pagar Alam dan Kabupaten Lahat

    Banjir di Sumatera Selatan setiap tahun terjadi, dan sekarang terjadi lagi di Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Mura, Kota Pagar Alam dan Kabupaten Lahat hal ini sejalan dengan pesatnya perubahan tutupan lahan untuk kepentingan pembangunan dan masyarakat.  Tetapi kita sepakat bahwa pembangunan tidak boleh berhenti. Terus bagaimana ? dimana keberadaan AMDAL, UKL UPL, KLHS ?

    Namun sampai sekarang pemerintah (pusat dan daerah) serta masyarakat (termasuk BUMS) belum mau berpikir untuk mencegah kejadian banjir dimasa-masa mendatang, dan yang ditunjukkan hanya reaksi cepat untuk membantu masyarakat yang terkena musibah banjir, belum terjadi reaksi cepat bagaimana untuk mencegah terjadinya berulang banjir.  Kurangnya komitmen pemerintah (pusat dan daerah) serta masyarakat (termasuk BUMS) bisa dilihat di perubahan RTRW, izin pembangunan kebun sawit, izin pertambangan batubara, pengawasan pembukaan perkebunan dan penambangan, perlindungan sempadan sungai, penimbunan rawa, RPJMD, dan perlindungan daerah lindung.

    Kurangnya peduli terhadap ancaman juga didukung oleh sistem penegakan hukum dan penghargaan oleh pemerintah dan masyarakat. Karena banyak orang melupakan dan menapikan ancaman yang tidak jadi karena keberhasilan pencegahannya.  Misalnya kasus Bank Century, karena dampak sistemik tidak terjadi sebagai keberhasilan kebijakan pencegahannya maka masyarakat mengatakan tidak ada dampak sistemik itu, karena itu pembuat kebijakannya adalah salah.  Kasus bank century dapat juga merembet ke pencegahan kejadian banjir dan kekeringan, jika pemerintah mencegah alih fungsi lahan, merehabilitasi hutan, mencegah perambahan hutan dan penyerobotan lahan oleh masyarakat, maka suatu saat pemerintah dapat disalahkan sebagai penyebab kemiskinan petani yang tidak punya lahan, pemerintah salah karena membatasi lahan petanian untuk menjadi kebun sawit seperti dibantaran/sempadan sungai dan daerah lindung yang lahannya dimiliki masyarakat.

    Terus terjadinya dan berulang kejadian banjir dan kekeringan karena belum digunakannya Ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi, merupakan indikator negara berkembang yang hanya bangga dan mengandalkan kekayaan sumberdaya alamnya sebagai modal pembangunan, dilain sisih tidak mengangap penting adanya perguruan tinggi di daerah sehingga belum dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat.

    Sumatera Selatan kedepan harusnya mulai menyadari bahwa SDA yang dibangga-banggakan itu tidak akan lestari, tetapi kekuatan SDM harusnya lebih diutamakan.  Apalagi tahun 2015 merupakan pasar bebas ASEAN, dan negara tetangga kita telah gencar memberikan pelajaran dan kursus bahasa Indonesia kepada calon tenaga kerjanya, yang artinya tenaga kerja dari negara ASEAN akan menyerbu pasar tenaga kerja Indonesia.

    Untuk semua itu mari kita pemerintah, swasta dan masyarakat lebih giat menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi dan SDM kita sendiri untuk mengelola SDA kita guna mencegah banjir dan kekeringan berulang setiap tahun, karena mencegah itu lebih baik dari pada memperbaiki, dan alam yang telah rusak jika diperbaiki tidak akan lebih baik dari sebelum kerusakan.  

    Palembang, 11 April 2014

    Dr. Edward Saleh/Ketua Forum DAS Sumsel

    Lampiran :

    Banjir tak sekedar musibah Sripo 7 April

    Ketinggian air setinggi leher Sripo 7 April

     

     

     

    Artikel Terbaru

    Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (5 Juni) dan Hari Penanggulangan Degradasi Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia (17 Juni), Forum Komunikasi Pengelolaan Daerah Ali.......

    500 Ribu Hektar Lahan Sumsel Kritis

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Palembang-Sedikitnya 500 ribu hektar lahan kritis di Sumsel secara bertahap mengalami kekeringan. Hal ini dikarenakan penurunan degradasi lahan di Sumsel belum seimbang dengan reha.......

    Rehabilitasi Hutan Mangrove Terbatas

    Tanggal 20-04-2016 09:54:41 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Areal konservasi hutan mangrove di Sumsel yang direhabilitasi, tidak sebanding dengan jumlah kerusakan yang terjadi. Dalam setahun, hanya 2.000 hektare yang direhabilitasi, lantara.......

    Pemprov Minta Aliran Sungai Diperbaiki

    Tanggal 19-04-2016 13:31:13 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    PALEMBANG- Pemerintah Provinsi Sumatera selatan melalui Dinas kehutana Sigit Wibowo melantik Pengurus Forum Daerah aliran Sungai (DAS) Sumsel Periode 2015-2020 di hotel Grand Zury .......

    Copyright © 2013 FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai

    Provinsi Sumatera Selatan

    Created by AFSHI