A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 56

FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Sumatera Selatan
Menu Sidebar
Login Administrator
Kategori Artikel
Download Center
Link Terkait












Statistik Pengunjung
  • Dikunjungi oleh : 57478 user
  • IP address : 54.81.45.122
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Kantor Pusat Administrasi

    Forum DAS Sumatera Selatan

    Alamat :

    Kantor Sekretariat Bersama Forum DAS Sumsel

    Jl. Kol. H. Burlian Km 6,5 Punti Kayu Palembang

    Telp: 0711-5614522

    email : fdas.sumsel@gmail.com

    Kelapa Sawit Di Lahan Gambut : Ekonomi vs Ekologi
    Tanggal 09-12-2013 19:59:59 | Kategori Artikel | Oleh edward saleh
    Share this article on

    Oleh Admin Balittra by yoan

    Senin, 11 November 2013 00:00

    Sumber : http://balittra.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1247:kelapa-sawit-di-lahan-gambut-ekonomi-vs-ekologi&catid=69:info-teknologi&Itemid=140

    Pemanfaatkan lahan gambut untuk pengembangan kelapa sawit mulai sekitar tahun 1970an dan sejak tahun 1990 semakin gencar karena harga yang semakin baik  dan pangsa pasar ekspor yang semakin besar. Hal ini didorong juga oleh kondisi di tengah semakin sempitnya lahan  yang tersedia maka upaya penggunaan lahan gambut untuk pengembangan kelapa sawit semakin luas. Diperkirakan sekitar 20% perkebunan sawit di Indonesia dan Malaysia berada di atas lahan gambut. Muncul kekhawatiran pemanfaatan gambut ini akan berdampak kepada lingkungan hidup sekitarnya. Pembukaan  lahan gambut satu juta hektar  di Kalimantan Tengah misalnya, mengakibatkan  kerusakan ekosistem gambut  sehingga fungsi lahan gambut sebagai penyimpan air dan pengendali banjir terganggu yang mengakibatkan kekeringan pada musim kemarau dan kebanjiran pada musim hujan dan punahnya beberapa flora dan fauna khas rawa gambut Kalimantan.

    Pada masyarakat lokal, lahan gambut banyak dimanfaatkan oleh petani untuk menanam padi, karet, rotan, jelutung, nibung atau sagu dan buah-buahan tergantung pengetahuan dan pengalaman petani, di Kalimantan Tengah di daerah Kelampang dan Pangkoh petani banyak menanam sayuran seperti lombok, sawi dan bawang daun, bahkan di Kalimantan Barat selain sayuran petani juga menanam lidah buaya. Namun banyak sekarang baik masyarakat (rakyat) maupun perusahaan (swasta) yang memanfaatkan lahan gambut untuk tanaman kelapa sawit, seperti di Nagan Raya, Nanggroe Aceh Darussalam dan di beberapa propinsi lain di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang penulis kunjungi atau survey secara langsung (Gambar 1). Prospek tanaman kelapa sawit menunjukkan positif mengingat banyaknya petani yang meminati untuk berkebun kelapa sawit. Hal ini ditunjukkan dengan semakin luasnya alih fungsi atau pergeseran komoditas dari tanaman pangan (sawah) ke kelapa sawit seperti di daerah Telang (Sumatera Selatan), Tanjung Jagung Barat dan Timur (Jambi), Barito Kuala (Kalimantan Selatan). Hasil wawancara dengan petani di daerah Lamunti, Kalimantan Tengah mereka memilih menanam kelapa sawit karena lebih memberikan keuntungan atau pendapatan dibandingkan dengan bertanam padi atau palawija. Adanya perkebunan kelapa sawit juga memberi peluang bagi mereka untuk  bekerja di perusahaan, termasuk anak-anak mereka yang sudah menjelang dewasa saat dimana tidak ada alternatif usaha lain.

    Sebenarnya  pemanfaatan lahan gambut untuk perkebunan sawit kurang tepat, khususnya gambut dalam (> 3 m) karena selain akan mempercepat degradasi atau subsiden akibat pertukaran kondisi anaerob menjadi aerob karena drainase yang berlebihan, juga akan membuat pertumbuhan kelapa sawit yang miring bahkan roboh karena tidak adanya tanah tempat akar sawit untuk bertumpu dan berpegang kuat, hal ini akan mengurangi produksi buah sawit (Gambar 2). Hal ini juga sesuai dengan Permentan No 14/2009 yang memberikan batasan pengembangan kelapa sawit di lahan gambut yang hanya diperbolehkan lahan gambut dengan ketebalan < 3 m.

    Baca artikel lengkap

     

     

     

     

     

    Artikel Terbaru

    Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (5 Juni) dan Hari Penanggulangan Degradasi Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia (17 Juni), Forum Komunikasi Pengelolaan Daerah Ali.......

    500 Ribu Hektar Lahan Sumsel Kritis

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Palembang-Sedikitnya 500 ribu hektar lahan kritis di Sumsel secara bertahap mengalami kekeringan. Hal ini dikarenakan penurunan degradasi lahan di Sumsel belum seimbang dengan reha.......

    Rehabilitasi Hutan Mangrove Terbatas

    Tanggal 20-04-2016 09:54:41 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Areal konservasi hutan mangrove di Sumsel yang direhabilitasi, tidak sebanding dengan jumlah kerusakan yang terjadi. Dalam setahun, hanya 2.000 hektare yang direhabilitasi, lantara.......

    Pemprov Minta Aliran Sungai Diperbaiki

    Tanggal 19-04-2016 13:31:13 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    PALEMBANG- Pemerintah Provinsi Sumatera selatan melalui Dinas kehutana Sigit Wibowo melantik Pengurus Forum Daerah aliran Sungai (DAS) Sumsel Periode 2015-2020 di hotel Grand Zury .......

    Copyright © 2013 FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai

    Provinsi Sumatera Selatan

    Created by AFSHI