A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 14

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/sumselor/public_html/fdas/system/core/Exceptions.php:185)

Filename: controllers/web.php

Line Number: 56

FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Sumatera Selatan
Menu Sidebar
Login Administrator
Kategori Artikel
Download Center
Link Terkait












Statistik Pengunjung
  • Dikunjungi oleh : 51117 user
  • IP address : 54.198.233.27
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Kantor Pusat Administrasi

    Forum DAS Sumatera Selatan

    Alamat :

    Kantor Sekretariat Bersama Forum DAS Sumsel

    Jl. Kol. H. Burlian Km 6,5 Punti Kayu Palembang

    Telp: 0711-5614522

    email : fdas.sumsel@gmail.com

    sumsel.tribunnews.com : 37 Titik Rawan Banjir di Palembang
    Tanggal 29-10-2013 19:59:11 | Kategori Kliping koran | Oleh edward saleh
    Share this article on

    37 Titik Rawan Banjir di Palembang

    Senin, 21 Oktober 2013 12:34 WIB

    http://sumsel.tribunnews.com/2013/10/21/37-titik-rawan-banjir-di-palembang

    TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Memasuki musim hujan, warga Palembang dihantui "serangan" banjir. Sedikit saja turun hujan, warga yang rumahnya langganan banjir, sudah was-was dan bersiap membentengi rumah dengan apa saja yang bisa menghalangi air masuk ke rumah.

    Tak kurang dari 37 titik kawasan di wilayah Palembang rawan banjir. Daerah-daerah ini antara lain, jalan-jalan umum berada di 11 lokasi yakni Jalan Jenderal Sudirman depan Hotel Sintera, Jalan Basuki Rahmat Simpang Polda, Jalan R Sukamto depan RM Pindang Meranjat, Jalan Demang Lebar Daun antara Jalan Angkatan 45-RS Siti Khodijah dan Sepanjang Jalan Lindungan, Jalan R Suprapto Depan Unsri, Jalan Yos Sudarso depan SPBU, Jalan RE Martadinata Depan Kantor Lurah 2 Ilir.

    Di wilayah Seberang Ulu di Jakabaring, Jalan A Yani Naga Swidak, sepanjang 16 Ulu, Jl Sentosa dan antara Jembatan Sungai Gerong ke Jembatan Kedukan. Di Kenten, sepanjang Jalan May Ruslan dan Pentolan Bambang Utoyo dan di Sekolah Adawiyah. Kemudian di Jalan Veteran depan Dealer Mitsubishi, serta di Jalan Kol H Burlian antara Jalan Kasnariansyah.

    Seperti yang terjadi Minggu pekan lalu, hujan deras semalaman membuat sejumlah pemukiman tergenang."Nah kan, baru berapa jam hujan sudah banjir. Ini tidak akan terjadi kalau selokan lancar," kata Yunus, warga Sekip. Juga Sabtu malam (19/10), hujan terjadi meski tidak deras dan hanya sebentar.

    Khusus di kampung-kampung dan pemukiman yang langganan banjir, banjir lebih disebabkan karena luapan air tak segera bisa mengalir ke pembuangan seperti anak sungai atau kolam retensi atau daerah resapan lainnya. Hal ini selain karena drainase yang buruk (kecil dan seadanya). Persoalan selokan ini memang terlihat sepele. Tapi ketika melihat lebih dalam, miris memang. Selokan penuh sampah, bikin aliran pembuangan tersumbat. Bisa dibayangkan bila selokan seadanya, tersumbat sampah pula, maka banjir akan menyerang.

    Supriati (34) yang tinggal persis di pinggir dam Sekip. Menurutnya sekarang tanah resapan air sudah sangat kurang seiring pesatnya pembangunan bangunan-bangunan baru. Ditambahkannya kalau banjir dipinggiran sungai bendung dapat meluap hingga sepinggang, dan airnya juga lama surut karena banyak saluran air warga yang mampet dipenuhi sampah.

    "Apalagi rumah cak kami yang idak nimbun, cepat nian air masuk ke rumah. Sungai musi kita itu sudah dangkal dek, jadi air hujan tidak lancar mengalir ke muara sungai, malah arus dari sungai Musi bisa masuk ke bendungan ini kalo hujannya besak," keluh Supriati.

    Seorang warga Perum Amin Mulya Jakabaring Rohayah (47) mengaku kalau jalanan depan rumahnya sudah beberapa kali ditinggikan, namun tetap saja bila hujan turun satu jam saja, air sudah menggenangi lorong-lorong hingga sebatas lutut orang dewasa, bahkan beberapa rumah terendam air.

    "Derasnya air hujan yang turun seperti tidak ada tempat larinya air mengalir, mungkin drainasenya buntu, "Jangankan hujan deras, hujan sejam saja sudah banjir. Paling kalau ada rezeki kita meninggikan lantai di rumah, atau membuat rumah jadi dua lantai. kalau banjir datang lagi perabotan bisa di angkut ke atas,” katanya.

    Tunggu Dana

    Darma Budhy Kadis PUBM dan PSDA Palembang mengakui sampai saat ini Palembang belum bebas titik genangan air dan banjir saat musim hujan dan air pasang sungai. Meski menurutnya sudah ada penurunan wilayah rawan banjir, dari 49 titik menjadi hanya 37 titik saja atau berkruang 12 titik. Titik genangan air ini bakal terus dikurangi dan dihilangkan sepenuhnya dengan berbagai upaya mulai dari normalisasi sungai, saluran pembuangan air (got), pompanisasi, dan upaya lainnya.

    " Kita tengah menunggu kucuran dari dari Pemprov Rp 50 miliar untuk mengatasi masalah banjir ini ," ujarnya, Jumat (18/10).

    Ditargetkan dana bantuan pengentasan banjir ini diharapakan selesai dan bisa dicairkan dalam APBD Perubahan Pemprov 2013 sehingga semakin cepat proyek pengetasan banjir dilakukan.

    "Mudah-mudahan ABT Pemprov cepat selesai dan dananya segera cair untuk segera direalisasikan," pungkas Darma Budhy.(tnf/mg5)

    Editor: Yohanes Iswahyudi

    Artikel Terbaru

    Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (5 Juni) dan Hari Penanggulangan Degradasi Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia (17 Juni), Forum Komunikasi Pengelolaan Daerah Ali.......

    500 Ribu Hektar Lahan Sumsel Kritis

    Tanggal 20-08-2016 15:03:39 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Palembang-Sedikitnya 500 ribu hektar lahan kritis di Sumsel secara bertahap mengalami kekeringan. Hal ini dikarenakan penurunan degradasi lahan di Sumsel belum seimbang dengan reha.......

    Rehabilitasi Hutan Mangrove Terbatas

    Tanggal 20-04-2016 09:54:41 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    Areal konservasi hutan mangrove di Sumsel yang direhabilitasi, tidak sebanding dengan jumlah kerusakan yang terjadi. Dalam setahun, hanya 2.000 hektare yang direhabilitasi, lantara.......

    Pemprov Minta Aliran Sungai Diperbaiki

    Tanggal 19-04-2016 13:31:13 | Kategori Berita | Oleh Midranesiah Hamid

    PALEMBANG- Pemerintah Provinsi Sumatera selatan melalui Dinas kehutana Sigit Wibowo melantik Pengurus Forum Daerah aliran Sungai (DAS) Sumsel Periode 2015-2020 di hotel Grand Zury .......

    Copyright © 2013 FDAS | Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai

    Provinsi Sumatera Selatan

    Created by AFSHI